Kamis, 26 November 2015
Indomie adalah produk unggulan dari Indofood, salah satu perusahaan
makanan terbesar di Indonesia. Dan kita patut berbangga karena Indomie
merupakan produk asli Indonesia yang telah mampu menembus pasar
mancanegara. Bagaimana kisah sukses dan fakta-fakta menarik lainnya
seputar Indomie ? Berikut ini kisahnya :
1. Indomie adalah produk mie instan asli Indonesia yang mulai diproduksi sejak 9 September 1970 namun pemasarannya baru mulai dilakukan pada tahun 1972. Diawal produksinya hanya ada dua varian rasa Indomie, yaitu Indomie Kuah Rasa Sari Ayam dan Indomie Kuah Rasa Sari Undang.
2. Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, perusahaan milik Liem Sioe Liong atau yang lebih dikenal dengan nama Sudono Salim. Sudono Salim adalah pendiri sekaligus CEO Group Salim bahkan pria kelahiran 16 Juli 1916 ini juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.
1. Indomie adalah produk mie instan asli Indonesia yang mulai diproduksi sejak 9 September 1970 namun pemasarannya baru mulai dilakukan pada tahun 1972. Diawal produksinya hanya ada dua varian rasa Indomie, yaitu Indomie Kuah Rasa Sari Ayam dan Indomie Kuah Rasa Sari Undang.
2. Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, perusahaan milik Liem Sioe Liong atau yang lebih dikenal dengan nama Sudono Salim. Sudono Salim adalah pendiri sekaligus CEO Group Salim bahkan pria kelahiran 16 Juli 1916 ini juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.
3. Ada beberapa kandungan gizi yang terdapat di dalam Indomie, diantaranya Energi, Protein, Niasin, Asam Folat, Mineral Zat Besi, Natrium, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B6 dan Vitamin B12. Namun, konsumsi berlebihan terhadap produk Indomie juga tidak dianjurkan karena Indomie mengandung zat pewarna Tartrazine yang akan memberikan efek buruk dalam jangka panjang dengan konsumsi yang terus-menerus.
4. Indomie sebagai pelopor industri mie instan tidak berhenti dalam melakukan inovasi, hal ini terbukti dengan dirilisnya berbagai varian rasa dan kemasan yang baru dari Indomie. Diantaranya, di tahun 1982, Indomei memperkenalkan Indomie Kuah Rasa Kari Ayam dan Indomie Goreng. Selanjutnya di tahun 1987, Indomie memproduksi mie instan dalam kemasan yang berbeda yaitu dalam cup, produk Indomie ini berlebel Pop Mie.
5. Diawal produksinya, Pop Mie hanya terbatas pada dua rasa yaitu Pop Mie Kuah Rasa Ayam dan Pop Mie Kuah Rasa Bakso. Di tahun 2006, Indomie Goreng yang mendapatkan varian baru, yaitu Indomie Goreng Kriuuk Ayam, Indomie Goreng Kriuuk Bawang dan Indomie Goreng Kriuuk Pedas. Inovasi terhadap Indomie Goreng terus berlanjut, tepatnya Agustus 2010 Indomie menambah koleksi variasi Indomie Goreng dengan tambahan Indomie Goreng Kriting. Varian ini terdiri dari Indomie Goreng Kriting Rasa Ayam Cabe Rawit, Indomie Goreng Kriting Rasa Kornet, Indomie Kriting Rasa Laksa Spesial.
Akhir 2011 Indomie juga meluncurkan produk barunya yaitu Indomie Goreng Rasa Rendang dan di Desember 2012, Indomie menambahkan Indomie Goreng Cabe Ijo sebagai salah satu andalannya. November 2013 Indomie merilis Indomie Taste of Asia yang terdiri dari tiga varian rasa yaitu Tom Yam, Bulgogi dan Laksa. Walaupun sampai mancanegara tapi Indomie tetap konsisten dengan menu dalam negeri, terbukti pada Januari 2014 Indomie merilis Indomie Goreng Iga Penyet.
6. Selain inovasi terhadap rasa dan kemasan, Indomie juga terus menggali ide untuk pemasaran. Salah satunya dengan memperkenalkan slogan-slogan baru agar Indomie lebih dekat pada masyarakat. Diantara slogan yang pernah digunakan Indomie adalah Indomie Seleraku, slogan ini menjadi yang paling identik dengan Indomie karena telah digunakan sejak 1982 hingga sekarang.
Artikel Indomie Goreng
Selain enak, ternyata ada rahasia yang disembunyikan di balik setiap gigitan Oreo. Biskuit yang sudah dinikmati oleh penduduk dunia di lebih dari 100 negara itu kabarnya memiliki kandungan sejenis kokain dan morfin sehingga para pemakan Oreo tidak bisa berhenti memakannya.
Dilansir dari Detik.com, isu ini mencuat setelah sebuah penelitian terbaru dilakukan pada produk makanan itu melalui tikus sebagai obyek percobaan.
Para peneliti di Connecticut College menemukan fakta bahwa tikus-tikus yang memakan Oreo akan membentuk asosiasi yang sama kuatnya dengan tikus-tikus yang diberikan kokain dan morfin.
Peneliti juga menemukan adanya aktivasi neuron yang tinggi di ‘pusat kesenangan’ dalam otak tikus. Mereka juga mendapati bahwa tikus juga memilih memakan krim putih di bagian tengah oreo dibandingkan dengan biskuit hitamnya.
Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan fakta bahwa makanan yang kaya lemak dan gula akan bekerja seperti obat-obatan yang menimbulkan efek kecanduan.
“Inilah sebabnya mengapa terkadang
orang-orang sulit menolak beberapa makanan padahal mereka tahu makanan
itu berbahaya untuk kesehatan mereka,” tegas pakar syaraf Professor Joseph Schroeder seperti dilansir oleh sumber berita dari Foxnews.
Oreo yang telah lama dikenal oleh warga dunia tidak hanya dikudap biasa namun juga telah diubah menjadi aneka ragam kue. Tak heran jika di Indonesia sekalipun, ada sejumlah menu makanan atau kue di restoran yang mencampurkan oreo dalam resepnya.
Artikel Oreo
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
